Tensi Mulai Tinggi! Respons Gerakan Blusukan Jokowi, Petinggi PDIP Malah Ungkit Soal Ijazah

AKURAT BANTEN — Hubungan antara mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan partai yang pernah membesarkannya, PDI Perjuangan (PDIP), tampaknya benar-benar berada di titik nadir.
Rencana pergerakan Jokowi yang bersiap "turun gunung" untuk melakukan aksi blusukan bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) langsung direspons dengan tensi tinggi oleh petinggi partai banteng.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa partainya sama sekali tidak merasa terancam atau khawatir dengan manuver lapangan yang akan dilakukan oleh Jokowi.
Baca Juga: Polemik Ijazah Jokowi Memanas Pengamat Singgung Peran PDIP 'Masa Tidak Tahu?'
Sebaliknya, pergerakan tersebut diklaim justru menjadi bahan bakar yang membuat soliditas kader PDIP semakin membara di tingkat akar rumput.
Namun, alih-alih hanya membahas peta kekuatan elektoral, suasana mendadak memanas ketika Djarot justru melempar serangan balik yang sangat personal.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menantang Jokowi untuk tidak hanya sekadar menyapa warga, tetapi juga menyelesaikan polemik menahun yang selama ini membayangi reputasinya.
Dengan beliau turun ke beberapa wilayah, justru partai kami makin solid untuk membangun internal partai maupun makin solid turun ke masyarakat. Silakan beliau keliling ke mana pun... Namun, beliau juga harus bisa menjelaskan dan menunjukkan ijazahnya. — Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP PDIP
Strategi Pengalihan Isu atau Pukulan Telak?
Pernyataan menohok dari petinggi PDIP ini dinilai oleh sejumlah pengamat politik sebagai sebuah punchline (pukulan telak) yang sengaja dirancang untuk meredam dampak politik dari blusukan Jokowi.
Dengan mengungkit kembali isu keaslian ijazah—yang merupakan komoditas politik lama yang sensitif—PDIP berhasil menggeser fokus perhatian publik.
Sorotan media dan netizen yang semula tertuju pada romansa aksi "merakyat" Jokowi bersama PSI yang dipimpin putranya, Kaesang Pangarep, kini berbalik arah menjadi diskusi panas mengenai akuntabilitas dan pembuktian formal.
Babak Baru Rivalitas yang Kian Terbuka
Dengan genderang perang narasi yang sudah ditabuh secara terbuka oleh PDIP, agenda blusukan Jokowi ke berbagai daerah kini tidak akan berjalan dengan mudah.
Setiap langkah kaki sang mantan presiden di lapangan kini dipastikan akan dibayangi oleh tuntutan transparansi dan gempuran skeptisisme dari kubu lawan.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










